GEKIRA Hadir Untuk Menjaga Keseimbangan Antara Pertumbuhan Ekonomi Dan Kelestarian Ekologis

- Redaksi

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA), organisasi sayap dari Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA), menegaskan komitmen ekologisnya melalui pembentukan Resimen Ekologi GEKIRA, sebuah badan semi-otonom yang diproyeksikan sebagai satuan aksi pemulihan lingkungan hidup. Mandat kepemimpinan nasional diberikan langsung oleh Ketua Umum PP GEKIRA, Nikson Silalahi, kepada Laurencus Pakpahan sebagai Komandan Nasional dalam seremoni di Sekretariat PP GEKIRA, Jakarta Pusat Senin, (2/3/2026).

Momentum ini menandai langkah strategis organisasi dalam mengintegrasikan gerakan politik, moral, dan ekologis dalam satu tarikan napas perjuangan.

Nikson menegaskan bahwa GEKIRA wajib mengambil bagian aktif dalam merawat dan melestarikan kekayaan hayati Indonesia. Tanggung jawab itu, menurutnya, bukan hanya bersifat politis, tetapi juga moral—sebuah panggilan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian ekologis. “Tantangan ini menuntut bukan sekadar kebijakan, melainkan gerakan kesadaran—sebuah transformasi paradigma yang memandang bumi bukan sebagai objek eksploitasi, melainkan sebagai rumah bersama,” ujarnya pada Senin (02/206) siang.

Ia menekankan bahwa berbagai bencana alam yang kerap melanda negeri ini harus direspons dengan aksi nyata dan keterlibatan generasi muda Kristiani dalam gerakan penyelamatan lingkungan.

Langkah ini, lanjut Nikson, sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang konsisten menyuarakan pentingnya kedaulatan energi, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan yang berakar pada kepentingan rakyat.

Ketua Dewan Pembina PP GEKIRA sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, dalam berbagai forum juga menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan bukanlah dua kutub yang saling menegasikan, melainkan dua dimensi yang harus diselaraskan secara visioner dan berkelanjutan. Amanat inilah yang semakin menguatkan tekad GEKIRA membentuk Resimen Ekologi sebagai instrumen aksi nyata.

Baca Juga:  BMKG: Curah Hujan Tinggi Akan Mengguyur Wilayah NTT

Sekretaris Jenderal PP GEKIRA, Yeremias Ndoen, menambahkan bahwa pembentukan satuan aksi ini menemukan momentum spiritual yang tepat. Gereja universal menetapkan Tahun 2026 sebagai Tahun Yubelium Santo Fransiskus Asisi—sebuah panggilan iman untuk menjalankan pertobatan ekologis dan merawat ciptaan dengan kasih serta tanggung jawab. “Resimen Ekologi GEKIRA adalah manifestasi komitmen kebangsaan dan panggilan moral sebagai orang Kristiani. Ini adalah jawaban atas visi kepemimpinan nasional sekaligus refleksi filosofis tentang tanggung jawab ekologis,” tegasnya.

Bagi Laurencus Pakpahan, mandat yang diterimanya bukan sekadar kehormatan, melainkan tugas besar yang menuntut konsistensi dan keteguhan. Ia menilai dunia saat ini hidup dalam paradigma etika lingkungan yang mengharuskan setiap elemen bangsa terlibat aktif merawat bumi. Karena itu, ia berkomitmen segera membentuk perangkat organisasi dari tingkat pusat hingga daerah agar Resimen Ekologi GEKIRA memberi dampak konkret.

“Kami akan bergerak cepat dan terukur. Visi PP GEKIRA dan Bapak Hashim Djojohadikusumo untuk menanam satu juta pohon harus segera direalisasikan,” tandas Laurencus.

Dengan demikian, kelahiran Resimen Ekologi GEKIRA bukan sekadar pembentukan badan baru, melainkan deklarasi etis bahwa merawat bumi adalah bagian tak terpisahkan dari perjuangan kebangsaan dan pengabdian kepada kemanusiaan—sebuah ikrar bahwa masa depan Indonesia harus tumbuh seiring dengan lestarinya alam.

 

Penulis : Tim Infokini

Editor : Tim Infokini

Berita Terkait

Jenazah Pasutri Asal Austria Yang Meninggal di Cunca Wulang, Sudah di Berangkatkan Menuju Bali
Torehkan Penampilan Terbaik, Drum Band SMAN 1 Boleng Meriahkan Seremonial Turnamen HUT Paroki Lando
Bakar Semangat 32 Tim di HUT Paroki Lando, Ketua Askab PSSI Manggarai Barat Tekankan Respek dan Sportivitas
Bentala FC Siap Tempur, Jadikan HUT Paroki Lando Sumber Motivasi di Lapangan Hijau
Debut Bersejarah, Klub Mbeliling United FC Siap Tampil Perdana pada Turnamen HUT Paroki Lando
Sentuhan Kasih Idul Adha: Marion-Pranda Berbagi Kebahagiaan Lewat Sapi Kurban di Masjid Nurul Falag
Dugaan Penggelapan Dana Ganti Rugi Lahan Bandara Komodo Kembali Picu Perhatian Publik, 36 Warga Menuntut Penjelasan
Suarakan Kegelisahan, Umat Katolik Kirim Surat Terbuka ke Uskup Labuan Bajo Atas Kebijakan Mutasi ASN Oleh Pemda Mabar

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:17 WITA

Jenazah Pasutri Asal Austria Yang Meninggal di Cunca Wulang, Sudah di Berangkatkan Menuju Bali

Jumat, 29 Mei 2026 - 02:08 WITA

Torehkan Penampilan Terbaik, Drum Band SMAN 1 Boleng Meriahkan Seremonial Turnamen HUT Paroki Lando

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:52 WITA

Bakar Semangat 32 Tim di HUT Paroki Lando, Ketua Askab PSSI Manggarai Barat Tekankan Respek dan Sportivitas

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:36 WITA

Bentala FC Siap Tempur, Jadikan HUT Paroki Lando Sumber Motivasi di Lapangan Hijau

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:03 WITA

Debut Bersejarah, Klub Mbeliling United FC Siap Tampil Perdana pada Turnamen HUT Paroki Lando

Berita Terbaru