Semakin Diterpa isu “pecah” Tren Elektabilitas Mario – Richard Juga Kian Menanjak

- Redaksi

Rabu, 4 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasangan Mario -Richard pada Pilkada 2030 mendatang layak disebut sebagai tokoh kunci kemenangan Pilkada 2030-2035.

Pasangan Mario -Richard pada Pilkada 2030 mendatang layak disebut sebagai tokoh kunci kemenangan Pilkada 2030-2035.

LABUAN BAJO — Pilkada Mabar masih lama tapi, berbagai isu sudah menyebar luas di Platform media sosial bahwa pasangan Mario Pranda dan Richard Sontani akan retak. Belakangan ini sengaja digulirkan ke ruang publik dengan narasi yang bombastis. Seolah-olah akan menjadi kenyataan ada retakan diantara pasangan Mario -Richard untuk maju pada pilkada 2030 mendatang. Ini hanya skenario belaka dari cukong-cukong yang ingin memecah belah pasangan Mario-Richard yang selama ini dikenal solid.

Namun pertanyaannya sederhana: siapa yang diuntungkan dari isu ini?

Dalam politik, kabar burung jarang lahir tanpa tujuan. Isu “Mario–Richard retak”. Narasi yang dirancang dari sekarang untuk memecah pasangan ini menuai pertanyaan besar dari kalangan akar rumput yang selalu solid dan mengalir untuk mendukung Pasangan ini.

Bagaimana tidak, mungkin karena para cukong-cukong itu melihat keharmonisan dari pasangan Mario-Richard dan relawan Anak Momang, sampai saat ini selalu berkonsolidasi disetiap anak kampung di Manggarai Barat. Dari satu sisi, ada kelebihan lain yang dimiliki dari Mario – Richard yakni relatif bisa masuk ke semua kelompok masyarakat. Tak hanya itu, dari cara berkomunikasi dari kedua pasangan ini bisa mudah diterima oleh berbagai kalangan.

Mulai dari masyarakat akar rumput, tokoh agama, hingga kalangan milenial. Kecakapan dalam komunikasi Mario – Richard juga mampu mendorong namanya sebagai calon yang potensial.

Isu ini sebenarnya patut dibaca bukan sebagai fakta, melainkan sebagai strategi. Strategi untuk menggoyang basis pemilih militan Anak Momang. Strategi untuk menanamkan keraguan di tengah soliditas yang selama ini terbangun. Dan strategi untuk memecah konsentrasi publik dari gagasan besar yang sedang diperjuangkan.

Tapi bagi Mario – Richard “Kami bukan dua, melainkan satu”. Dwi Tunggal ini lahir dari proses panjang, dari kesamaan visi dan komitmen membangun Manggarai Barat yang menyala. Perbedaan pendapat dalam dinamika politik adalah hal wajar. Namun membingkai dinamika sebagai “isu pecah ” adalah penyederhanaan yang menyesatkan. Bahkan, bisa disebut sebagai isu sesat yang sengaja dimainkan.

Baca Juga:  Marselus, ‎Keterbukaan Informasi Publik Polres Manggarai Barat Dinilai Buruk. Ini kondisi yang tidak sehat dalam negara demokrasi

Jangan dengar ocehan di luar sana. Isu yang tidak disertai bukti konkret hanya akan menjadi riuh rendah tanpa substansi. Politik adu domba memang klasik, tetapi masyarakat Manggarai Barat sudah semakin cerdas. Pemilih hari ini tidak mudah digiring oleh narasi sesat yang dibangun di atas asumsi dan bisik-bisik tanpa dasar.

Mario Pranda (Calon Bupati Manggarai Barat) dan Richard Sontani (Calon Wakil Bupati Manggarai Barat) tetap berjalan dalam satu garis perjuangan untuk Periode 2030–2035. Komitmen itu tidak berubah hanya karena kabar yang dilempar tanpa tanggung jawab.

Justru di tengah isu seperti ini, publik perlu bersikap kritis: periksa sumbernya, lihat rekam jejaknya, dan nilai konsistensinya. Jangan sampai energi politik dihabiskan untuk meladeni kabar yang sengaja diproduksi demi melemahkan semangat kebersamaan.

Manggarai Barat membutuhkan gagasan, bukan gosip. Membutuhkan kerja nyata, bukan narasi pecah kongsi yang dibangun di atas kepentingan yang sempit.

Semakin diterpa isu “pecah” bahkan, tren elektabilitas Mario – Richard juga kian menanjak. Karena mereka adalah salah satu pasangan calon yang progresnya lumayan cepat pada konsentrasi Pilkada 2024 lalu. Pasangan Mario -Richard pada Pilkada 2030 mendatang layak disebut sebagai tokoh kunci kemenangan Pilkada 2030-2035. Pasangan Mario – Richard tetap satu untuk Manggarai Barat lebih majuh.

Penulis : Tim Infokini

Editor : Tim Infokini

Berita Terkait

Otonomi Moral dan Heteronomi Moral dalam Pengelolaan TNK dari Perspektif PNBP dan Retribusi Daerah

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:04 WITA

Semakin Diterpa isu “pecah” Tren Elektabilitas Mario – Richard Juga Kian Menanjak

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:17 WITA

Otonomi Moral dan Heteronomi Moral dalam Pengelolaan TNK dari Perspektif PNBP dan Retribusi Daerah

Berita Terbaru