MBELILING – Menindaklanjuti pemberitaan sebelumnya terkait kekecewaan masyarakat Desa Wae Jare atas absennya Penjabat (Pj) Kepala Desa di lokasi bencana, awak media melakukan penelusuran lebih lanjut guna mendapatkan kejelasan mengenai kondisi riil pasca-gempa yang melanda wilayah Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Senin (17/8/2026) malam.
Guna mendapatkan kejelasan, awak media akhirnya menghubungi Sekretaris Desa Wae Jare, Ahmad Suhardi. Dalam keterangannya via WhatsApp yang diterima pada Senin (17/8) malam, Ahmad membeberkan data sementara mengenai kerusakan bangunan di wilayahnya yang telah dilaporkan ke tingkat kecamatan.
“Untuk sementara jumlah bangunan yang rusak parah dan sedang yang sudah saya laporkan di tingkat kecamatan, ada 21 unit,” ujar Ahmad Suhardi. Senin (17/8/2026) malam.
Ia merincikan bahwa dari total tersebut, 18 unit merupakan rumah warga, sedangkan 3 unit lainnya adalah fasilitas umum. Fasilitas publik yang terdampak meliputi Kantor Desa Wae Jare, Puskesmas Pembantu (Pustu) Lalang, dan Masjid Annur Toe. Ahmad juga menambahkan bahwa untuk saat ini, warga yang kehilangan tempat tinggal terpaksa bertahan di tempat penampungan sementara. “Untuk sementara, mereka mengungsi di tenda darurat masing-masing Rumah,” pungkasnya.
Warga sangat berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat segera turun tangan menyalurkan bantuan logistik, tenda komunal yang layak, serta pelayanan kesehatan darurat mengingat fasilitas kesehatan di desa mereka ikut mengalami kerusakan.
Penulis : Tim Infokini
Editor : Tim Infokini






