Sinergi Positif PTTEP Pada Festival Golo Koe 2026 Berkomitmen Membangun Pariwisata Berkelanjutan

- Redaksi

Sabtu, 15 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Festival Golo Koe 2026 Sukses di Gelar Bersama PTTEP.

Festival Golo Koe 2026 Sukses di Gelar Bersama PTTEP.

LABUAN BAJO – Gelaran Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 tidak hanya menghadirkan perayaan budaya dan keagamaan yang megah. Event tahunan ini juga sukses menjadi ruang edukasi besar dalam memperkuat kepedulian lingkungan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selama festival berlangsung pada 10–15 Agustus 2026, tercatat ada lebih dari 45.000 kunjungan dari wisatawan domestik, mancanegara, serta masyarakat lokal. Di tengah tingginya mobilitas tersebut, pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus perhatian utama panitia agar kebersihan destinasi super prioritas ini tetap terjaga.

Melalui Program Positif Bajo yang didukung penuh oleh PTTEP Indonesia, sebanyak lebih dari satu ton sampah berhasil dikumpulkan sepanjang festival. Sampah-sampah tersebut yang terdiri atas sampah organik, anorganik, dan residu langsung dipilah secara ketat sejak dari sumbernya di area festival.

Langkah konkret ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan Festival Golo Koe sebagai green event (acara ramah lingkungan). Melalui gerakan ini, penyelenggara ingin mendorong agar praktik pengelolaan sampah tidak berhenti di ruang publik atau lokasi acara saja, melainkan berlanjut hingga ke lingkungan rumah tangga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Barat, Vinsen Gande, memberikan apresiasi yang tinggi atas kolaborasi multisektor ini. Menurut Vinsen, pendekatan manajemen sampah tahun ini membuktikan bahwa limbah tidak melulu soal masalah kebersihan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi jika dikelola secara sirkular.

“Saya merasa bangga dan berterima kasih kepada pengelola yang telah mengambil bagian secara penuh dalam pengelolaan sampah. Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat melihat bahwa sampah memiliki nilai dan dapat dimanfaatkan, bahkan menghasilkan pendapatan,” ujar Vinsen saat ditemui di lokasi festival.

Baca Juga:  PSSI Cup II: Monster Mbeliling Bungkam Gladiator FC Empat Gol Tanpa Balas

Antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda dan anak-anak, terlihat sangat menonjol di area Booth Edukasi. Di sana, para pengunjung ditantang untuk mengumpulkan dan memilah botol plastik, yang kemudian dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik mulai dari tas, pakaian, minyak goreng, hingga susu kemasan.

Vinsen menilai keterlibatan anak-anak adalah investasi jangka panjang yang krusial untuk masa depan lingkungan Labuan Bajo. “Anak-anak justru yang paling antusias mengikuti kegiatan ini. Ini merupakan bentuk edukasi yang sangat berharga bagi masyarakat karena pengetahuan yang mereka peroleh di sini dapat langsung dibawa dan diterapkan di lingkungan keluarga masing-masing,” tambahnya.

Ia juga menggarisbawahi adanya perubahan paradigma taktis dalam penanganan kebersihan tahun ini. Berbeda dari acara-acara besar konvensional yang biasanya baru membersihkan lokasi setelah acara bubar, Festival Golo Koe 2026 menerapkan sistem manajemen sampah yang berjalan dinamis dan simultan sepanjang acara berlangsung.

“Harapan kami, kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan festival saja, tetapi dapat terus berlanjut dan menyentuh masyarakat secara lebih luas, terutama pada level rumah tangga,” tegas Vinsen.

Sebagai Waste Management Leader dalam acara ini, Positif Bajo bertindak sebagai jembatan yang mengoordinasikan alur kebersihan bersama panitia festival, pemerintah daerah, Keuskupan Labuan Bajo, serta komunitas lokal. Lewat Booth Edukasi interaktif, mereka mengenalkan prinsip ekonomi sirkular agar masyarakat paham cara mengubah sampah plastik menjadi komoditas berdaya guna.

Selain itu, pesan ramah lingkungan juga diperkuat lewat kompetisi berbasis komunitas, yakni Lomba Kebersihan Lingkungan Golo Koe Eco Action 2026.

Matheus Patut, perwakilan dari Tim Wilayah 5A Paroki Roh Kudus yang berhasil menyabet juara pertama dalam lomba tersebut, menyampaikan bahwa kompetisi ini berhasil memicu semangat gotong royong warga di kawasannya.

Baca Juga:  Diduga Tiga Penjaga Tanah Diancam Oleh Pater Marsel Agot, Alo Oba Mengambil Sikap Untuk Melaporkan Kejadian Itu Di Polres Manggarai Barat

“Kebersihan merupakan tanggung jawab setiap warga dan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah masing-masing. Dengan menjadi juara, kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi pelopor dan penggerak di lingkungan kami, serta mendorong masyarakat lainnya untuk melakukan hal yang sama,” kata Matheus optimis.

Sinergi apik antara PTTEP Indonesia, Inovasi Gerakan Masyarakat, Keuskupan Labuan Bajo, Pemkab Manggarai Barat, hingga Dinas Lingkungan Hidup ini menjadi preseden baik di NTT. Capaian satu ton sampah terkelola ini membuktikan bahwa sebuah festival berskala besar dan melibatkan puluhan ribu massa tetap bisa berjalan beriringan dengan prinsip kelestarian alam.

Melalui keberhasilan green event ini, Labuan Bajo perlahan membuka jalan baru: membangun industri pariwisata yang tidak hanya memikat mata para pelancong dunia, tetapi juga menumbuhkan ekosistem yang jauh lebih sehat, bersih, dan bertanggung jawab.

Penulis : Tim Infokini

Editor : Tim Infokini

Berita Terkait

Gempa M 7,7 Flores: Pasien RSUD Komodo Manggarai Barat Dievakuasi Keluar Gedung
Hajar Lembor FC Dua Gol Tanpa Balas, Ora Putra FC Bangkit di PSSI Cup II Mabar
Keseruan HUT RI ke-81 di Polsek Komodo: Dari Lomba Makan Kompiang hingga Panjat Pinang
Ketua Kwarcab Manggarai Barat Buka Perkemahan Hari Pramuka ke-65 di Sano Nggoang
Warga Kampung Ujung Soroti Jetty Yang Lapuk: Seperti Hidup di Negara Tanpa Pemerintah!
Kasus Penjualan Sepihak Lahan di Golo Mori Memanas
Pimpin Desa Mata Wae, Abdul Rahman Resmi Dilantik Wakil Bupati Manggarai Barat
Lantik Pengurus DPC Mabar, Ahmad Yohan: PAN Harus Jadi Rumah yang Aman dan Nyaman untuk Semua

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:50 WITA

Sinergi Positif PTTEP Pada Festival Golo Koe 2026 Berkomitmen Membangun Pariwisata Berkelanjutan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:59 WITA

Gempa M 7,7 Flores: Pasien RSUD Komodo Manggarai Barat Dievakuasi Keluar Gedung

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Hajar Lembor FC Dua Gol Tanpa Balas, Ora Putra FC Bangkit di PSSI Cup II Mabar

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Keseruan HUT RI ke-81 di Polsek Komodo: Dari Lomba Makan Kompiang hingga Panjat Pinang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:48 WITA

Ketua Kwarcab Manggarai Barat Buka Perkemahan Hari Pramuka ke-65 di Sano Nggoang

Berita Terbaru