MANGGARAI — Setelah 9 hari lamanya upaya pencarian korban tenggelam di Tiwu Pai Armedo (13) tahun, akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Senin (19/01) siang, sekita pukul 14:30 WITA.
Korban ditemukan disalah satu Muara di Reok, Kecamatan Reok Barat Kabupaten Manggarai, NTT pada Senin (19/01) siang.
Dalam postingan di akun media Sosial Facebook atas nama @Depcolektor dengan ungkapan rasa syukurnya ” Allhamdulillah korban sudah ditemukan, terimakasih doa dan saran dari teman semua” akun Facebook nama @Depcolektor ini merupakan anggota tim SAR gabungan yang ikut untuk mencari korban di tempat kejadian Tiwu Pai, awal korban melompat dan tenggelam.
Selanjutnya kami dapat postingan di akun Facebook juga “Terimakasih Tuhan, korban tenggelam di Tiwu Pai (Armedo) ditemukan kurang lebih 3 kilo meter dari lokasi kejadian pada Minggu 11/01. Terimakasih Tuhan engkau tidak mengecewakan kami keluarga dan juga kedua orang tua anak Armedo,” ungkapnya pada Senin, 19/01 siang
Selanjutnya ada warga yang menemukan Jasad korban sekitar pukul 14:30 WITA dalam keadaan sudah terapung diatas air di salah satu Muara. Warga yang menemukan Jasad korban lansung melaporkan ke pihak keamanan terdekat (Polsek Reok dan aparat TNI) untuk segera ke lokasi Muara tersebut agar jasad korban segera dievakuasi. Tidak lama kemudian, tim gabungan dari Polsek Reok dan aparat TNI tiba dilokasi untuk mengevaluasi jasad Korban.
Sebelumnya, pada Sabtu 17/01 Tim SAR Gabungan resmi menutup operasi pencarian terhadap seorang remaja bernama Armada W. Jeferson (13) yang tenggelam di objek wisata air terjun Tiwu Pai Wontong, Desa Toe, Reok Barat, Kabupaten Manggarai, NTT.
“Pada hari ini pencarian resmi ditutup dan korban dinyatakan hilang,” ujar Kepala SAR Maumere, Fathur Rahman, Sabtu (17/1/2026) Sore
Fathur mengatakan, sebelumnya Tim SAR telah dilaksanakan pencarian selama tujuh hari dengan melakukan penyisiran di pinggir sungai sekitar lokasi kejadian.
“Dengan tidak ditemukannya tanda-tanda penemuan korban (nihil) maka berdasarkan hasil evaluasi tim SAR gabungan bersama dan keluarga korban serta unsur SAR yang terlibat, disepakati pelaksanaan operasi SAR ditutu,” katanya.
Walaupun Sesuai Standar Operasi Prosedur (SOP) Basarnas, upaya Pencarian terhadap korban terpaksa ditutup tim SAR Gabungan pada Sabtu (17/01) setelah sebelumnya melakukan upaya pencarian selama 7 hari, Namun upaya pencarian masih dilanjutkan oleh keluarga korban yang dibantu warga sekitar, upaya pencarian korban di hari ke -9 ini akhirnya membawa kabar baik bagi keluarga dan orang tua korban.
Penulis : Tim Infokini
Editor : Tim Infokini






