Kades Golo Ketak, Sejumlah Kendaraan Terpaksa Antri Hingga 150 Meter Akibat Air Sungai Meluap

- Redaksi

Rabu, 11 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO – Akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan sejumlah aliran air sungai meluap. Hal ini terjadi di Desa Golo Ketak, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu, (11/3/26) pagi.

Aliran air sungai di Kali Wae Mbek membuat aktivitas warga dan arus transportasi macet total.

Jalan penghubung antar kecamatan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan sejumlah kecamatan, yakni Kecamatan Boleng, Macang Pacar, Kuwus Barat, Kuwus, hingga Kecamatan Ndoso.

Jalur ini selama ini menjadi akses utama warga untuk membawa hasil pertanian menuju Labuan Bajo sebagai pusat perdagangan di Manggarai Barat.

Kepala Desa Golo Ketak, Pilipus Tulur, mengatakan banjir yang melanda wilayah Kecamatan Boleng, khususnya di titik Wae Kaca, menyebabkan arus sungai meluap hingga menutup badan jalan.

Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas dan menimbulkan antrean panjang kendaraan.

“Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Boleng, khususnya Desa Golo Ketak tepatnya di Wae Kaca, menyebabkan antrean panjang kendaraan hingga kurang lebih 150 meter dari pinggir sungai. Bahkan masih ada warga yang mencoba menerobos derasnya arus air,” ujar Pilipus kepada tim Infotimur.id, Rabu pagi.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat, terutama warga yang hendak membawa hasil pertanian mereka ke Labuan Bajo.

Sejumlah petani terpaksa menunda perjalanan karena tidak dapat melintasi lokasi banjir yang menutup jalur utama tersebut.

Menurut Pilipus, antrean kendaraan mulai terjadi sejak pukul 08.00 WITA hingga sekitar pukul 11.00 WITA.

“Antrian panjang itu mulai dari jam 08.00 sampai sekitar pukul 11.00. Saat ini aktivitas kendaraan roda dua maupun roda empat sudah kembali normal,” ungkapnya.

Baca Juga:  Usai Diberitakan Pihak RS. Siloam Tolak Pasien, Wabup Mabar Buka Suara

Meski arus lalu lintas telah kembali normal setelah debit air mulai surut, masyarakat setempat mengaku khawatir kondisi serupa akan terus terjadi, terutama saat musim hujan.

Karena itu, pemerintah desa berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat maupun Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk membangun jembatan permanen di lokasi tersebut.

Menurut Pilipus, pembangunan jembatan sangat penting agar akses transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat tidak lagi terganggu setiap kali terjadi banjir.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi untuk membangun jembatan agar kondisi seperti ini tidak terus terjadi setiap musim hujan,” katanya.

Jika tidak segera ditangani, gangguan pada jalur penghubung antar kecamatan tersebut dikhawatirkan akan terus berdampak pada distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah pedalaman Manggarai Barat.

Penulis : Tim Infokin

Editor : Tim Infokini

Berita Terkait

Tangan yang Terbatas, Kasih yang Meluas: Pria Disabilitas Berbagi di Tengah Keterbatasan Gempa Flores
Anggur Etaria Sambangi dan Berbagi Kasih di Manggarai Timur
Menyeka Air Mata Pascabencana: Sentuhan Kasih Perempuan Peduli DWP Mabar Bawa Harapan di Desa Nggorang
Pasok Air Bersih ke Desa Warloka Respons Cepat Krisis Air, Polres Mabar Salurkan 20.000 Liter Air Bersih di Komodo
Puluhan Rumah Hancur, Dinding Jebol, Tangis Warga Desa Robo Menanti Bantuan di Tengah Puing Rumah
Demokrat Manggarai Barat Salurkan Sembako untuk Korban Gempa M 7,7
Anggur Etaria Putra CN. Sutar, Hadir Disaat Tangisan Warga Kampung Wae Jare Yang Terdampak Gempa Flores

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 12:32 WITA

Tangan yang Terbatas, Kasih yang Meluas: Pria Disabilitas Berbagi di Tengah Keterbatasan Gempa Flores

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:38 WITA

Anggur Etaria Sambangi dan Berbagi Kasih di Manggarai Timur

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:23 WITA

Menyeka Air Mata Pascabencana: Sentuhan Kasih Perempuan Peduli DWP Mabar Bawa Harapan di Desa Nggorang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:01 WITA

Pasok Air Bersih ke Desa Warloka Respons Cepat Krisis Air, Polres Mabar Salurkan 20.000 Liter Air Bersih di Komodo

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:41 WITA

Puluhan Rumah Hancur, Dinding Jebol, Tangis Warga Desa Robo Menanti Bantuan di Tengah Puing Rumah

Berita Terbaru