LABUAN BAJO, Info-kini.com Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat terus menunjukkan komitmen kuat dalam melakukan reformasi birokrasi secara berkelanjutan guna menghadirkan pelayanan publik yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi bersama Wakil Bupati dr. Yulianus Weng yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Manggarai Barat . Ilham, para Asisten Sekda Drs. Fransiskus Sales Sodo.
Dari ke -15 Pejabat lama dan baru yang dilantik oleh Bupati Manggarai Barat tersebut:
1. Ir. Oktavianus Andi Bona Staf Ahli bidang Hukum, Politk dan Pemerintahan. Jabatan baru Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah
2. Laurensius Y. A. Nabu, SE Asisten Perekonomian dan Pembangunan. Jabatan baru Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah.
3 Aloysius Lahi, S.Ip ,. Asisten Administrasi Umum. Jabatan baru Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
4 Yohanes Hani, M.Pd Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga. Jabatan baru Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah.
5 Adrianus Ojo, S.Si.A.Pt. Kepala Dinas Kesehatan. Jabatan baru Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian.
6 Fatincy Reynilda, S.P Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan. Jabatan baru Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM.
7 Stefanus Jemsifori, S.Tp Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan, jabatan baru Staf Ahli bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan.
8 drh. Theresia P. Asmon Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM, jabatan baru Kepala Dinas Kesehatan.
9 Petrus A. Rasyid, SSTP,MPP Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, jabatan baru Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan.
10 Tarsisius Gonsa, S.T, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, jabatan baru Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan.
11 Gabriel Bagung, SE Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, jabatan baru Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan
12 Drs. Salvador Pinto Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, jabatan baru Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
13 Agustinus Gias, S.Pd Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, jabatan baru Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga
14 Pius Baut, SE , Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, jabatan baru Asisten Administrasi Umum.
15 Drs. David Edward Rego Sekretaris DPRD , jabatan baru Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah.
Sebelumnya Fatincy Reynilda, S.P, menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan. Kini posisi terbarunya menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Kabupaten Manggarai Barat.
Penunjukan Fantincy Reinylda ,S.P, sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat sektor ekonomi masyarakat. Dengan latar belakang pengalaman saat menjadi Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan, diharapkan mampu membawa perspektif lapangan yang kuat dalam mengelola urusan koperasi, UMKM, serta ketenagakerjaan.
Jabatan baru ini membawa tanggung jawab besar, terutama dalam mendorong digitalisasi UMKM lokal dan menciptakan lapangan kerja baru melalui program transmigrasi serta pelatihan tenaga kerja yang lebih efektif.
Dalam sambutannya, Bupati Edi menegaskan bahwa pelantikan pejabat dan yang baru kali ini dilakukan secara objektif berdasarkan hasil penilaian kinerja, loyalitas, serta kesesuaian jabatan (job fit) yang telah dilaksanakan sebelumnya. Dihadapan ke-15 Pejabat lama dan yang baru dilantik oleh Bupati Edistasius Endi, ia menyampaikan ini sesuai dengan proses dan ketentuan undang-undang.
“Pada momen pelantikan ini, saya menyampaikan bahwa pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilaksanakan pada hari ini telah melalui proses yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan kompetensi, kualifikasi, rekam jejak, serta integritas pejabat yang bersangkutan, dan telah memenuhi norma, standar, prosedur, dan kriteria manajemen ASN melalui rekomendasi Kepala Badan Kepegawaian Negara,” tegas Bupati Edi.
Ia menegaskan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada pemerintah dan masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Mengambil inspirasi dari pesan Jenderal Kurniawan Dudung (Kepala KSP) saat bertamu ke MUI beberapa hari lalu, Bupati Edi menyampaikan tiga hal relevan dengan situasi saat ini.
Pertama, menjaga persatuan dan kebersamaan. “Kehadiran kita sekalian, lebih khusus Bapak Ibu yang baru saja dilantik, tugas pertama adalah bagaimana menjaga persatuan dan kebersamaan. Tanpa kebersamaan di unit kerja yang Bapak Ibu pimpin, tidak akan mungkin sukses.”
Kedua, jaga mulut dan hindari provokasi. “Jaga tutur kata agar tidak saling membenci, merendahkan, memfitnah yang dapat mengganggu stabilitas. Jika kita tidak menjaga mulut, itu akan menjadi bumerang, tidak hanya untuk kita pribadi tapi mengganggu stabilitas.”
Ketiga, menjalin sinergitas atau sinergi Amar ma’ruf nahi mungkar—mengajak kebaikan dan mencegah keburukan sebagai mindset pengabdian.
Bupati Edi juga menekankan agar para pejabat mampu menginternalisasikan dan mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN berakhlak dalam setiap pelaksanaan tugas dan fungsi, khususnya dalam memberikan pelayanan publik yang prima, cepat, tepat, dan berkualitas, serta menjadi pendorong percepatan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
“Saya percaya dan yakin bahwa dengan ditunjuknya saudara-saudari di tempatnya masing-masing, maka sistem pelayanan berbasis elektronik ini kita laksanakan secara 100 persen. Ini sebagai bagian dari reformasi birokrasi guna meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparan, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah,” ujarnya.
Ia meminta agar dibangun budaya kerja yang adaptif, inovatif, dan kolaboratif, serta mampu merespon dinamika perubahan lingkungan strategis baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.
Lebih lanjut, Bupati berpesan agar para pejabat yang dilantik tidak menjadi pembuat masalah. “Jadilah pribadi yang diidolakan oleh semua orang, namun tetap tegas dan tetap sejuk, menjadi pengayom bagi semua. Berpegang teguh pada ajaran agama serta genggam erat kebajikan dan kebenaran sesuai norma-norma yang berlaku,” pesannya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas kepemimpinan birokrasi yang transformatif, tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan tugas administratif tetapi juga sebagai penggerak perubahan.
Pada momen pelantikan, Bupati Edi memberi penekanan khusus bahwa Kabupaten Manggarai Barat memiliki tantangan dan peluang yang semakin kompleks, khususnya dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta optimalisasi pelayanan publik.
“Oleh karena itu, dibutuhkan aparatur pemerintah yang memiliki kapasitas, komitmen, dan kinerja yang tinggi. Saya berharap para pejabat yang baru saja dilantik agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru, memahami tanggung jawab secara mendalam, serta menunjukkan kinerja yang terukur, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tutup Bupati Edistasius Endi.
Penulis : Tim Infokini
Editor : Tim Infokini






