
LABUAN BAJO – Salah satu putra terbaik dari Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat yang berasal dari Ranggawatu kini resmi melebarkan sayapnya di kancah sepak bola regional. Talenta muda berbakat yang dikenal bernama Esra ini secara mengejutkan bergabung dengan klub raksasa asal Pulau Flores, PSN Ngada, untuk mengarungi kompetisi Liga 3 Indonesia. Jumat (30/10/2026).
Langkah ini menjadi sorotan pencinta sepak bola lokal. Pasalnya, Esra sama sekali tidak masuk dalam radar bidikan manajemen Persamba Manggarai Barat, klub tanah kelahirannya sendiri. Alih-alih membela tim asal daerah asalnya, kini langkah Esra sudah semakin menjauh demi mengejar karier profesional yang lebih tinggi di bawah panji Laskar Jaramasi – julukan PSN Ngada.
Bergabungnya Esra dengan PSN Ngada membuktikan bahwa kualitas persepakbolaan di wikayah Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat pada umumnya memiliki potensi besar yang patut diperhitungkan. PSN Ngada, yang dikenal memiliki tradisi kuat dan sejarah panjang sebagai salah satu tim tersukses di NTT, dinilai menjadi tempat yang tepat bagi Esra untuk mengasah kemampuan dan mental bertandingnya di level nasional.
Meski publik menyayangkan luputnya pantauan manajemen Persamba terhadap talenta lokal ini, dukungan penuh tetap mengalir bagi Esra.
Grafik karier sepak bola Sirilus Esra Sengsara, putra terbaik Kabupaten Manggarai Barat asal Ranggawatu, kian melejit di kancah regional. Penyerang haus gol yang sarat prestasi di Pulau Dewata ini kini resmi ditarik oleh Pengurus PSSI Kabupaten Ngada untuk memperkuat klub raksasa Nusa Tenggara Timur, PSN Ngada, dalam mengarungi kompetisi Liga 3 Indonesia.
Sebelum berlabuh ke tanah Flores, nama Esra Sengsara sudah sangat disegani dalam sepak bola Bali. Ia sukses menyabet gelar Top Skor Liga 4 Piala Gubernur Provinsi Bali 2025/2026 saat membela klub Titan Alpha Bali FC dengan torehan fantastis sebanyak 9 gol. Berkat ketajamannya tersebut, Laskar Keris langsung bergerak cepat memboyongnya untuk membela PS Badung pada Putaran Nasional Liga 4 Piala Presiden 2026. Di level nasional tersebut, Esra terus membuktikan kelasnya sebagai striker mematikan lewat sumbangan gol-gol krusialnya bagi publik Badung.
Namun, perjalanan manis di perantauan ini menyisakan cerita ironis di kampung halamannya sendiri. Sepanjang kiprahnya, bakat besar Esra sama sekali tidak pernah dilirik, dibidik, apalagi diberikan kesempatan untuk sekadar mengikuti seleksi skuad Persamba Manggarai Barat. Alih-alih mendapatkan panggung untuk membela daerah asal, potensinya justru lebih dihargai dan diapresiasi oleh pengurus sepak bola dari kabupaten Ngada.
Melihat aset berharga yang luput dari pantauan Persamba, Pengurus PSSI Kabupaten Ngada langsung mengambil langkah taktis menarik Esra demi misi krusial mempertahankan eksistensi dan kejayaan PSN Ngada di Liga 3 Indonesia. Langkah ini menjadi penegasan otentik bahwa talenta muda dari Ranggawatu memiliki kualitas berskala nasional yang sangat diperhitungkan.
Editor : Tim Info-kini






