LEMBOR – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Manggarai Barat, Fatinci Reynilda, S.P., secara resmi menutup kegiatan Pelatihan Menjahit Pakaian dengan Menggunakan Mesin di Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Molas Tenun di Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (24/10/2026).
Kehadiran Kadis Fatinci Reynilda di lokasi kegiatan disambut hangat dan penuh antusiasme oleh para peserta. Menariknya, seluruh peserta yang hadir tampak anggun mengenakan pakaian cantik yang merupakan hasil karya jahitan mereka sendiri selama mengikuti pelatihan. Program intensif yang berlangsung selama 26 hari ini dinilai sukses di gelar dan membuahkan hasil yang membanggakan.
Dalam momen penutupan tersebut, perwakilan peserta menyampaikan pesan dan kesan mereka selama mengikuti program. Pelatihan ini dinilai memberikan dampak transformatif, terutama bagi mereka yang sebelumnya sama sekali tidak memiliki keterampilan dasar menjahit.
“Kami merasa sangat senang karena mendapat ilmu yang luar biasa bermanfaat. Berawal dari tidak pernah melihat dan mengenal mesin jahit maupun mesin obras, apalagi membuat pola pakaian, kini kami sudah bisa memakai pakaian hasil jahitan kami sendiri,” ujar salah satu peserta dengan nada bangga.
Acara penutupan ini diakhiri secara simbolis dengan penyerahan sertifikat kelulusan kepada seluruh peserta pelatihan. Tidak berhenti di sini, keberlanjutan program akan langsung diuji pada tanggal 27 Oktober mendatang, di mana tim dari Balai Latihan Kerja (BLK) Lombok Timur dijadwalkan hadir untuk melaksanakan uji kompetensi resmi bagi para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan.
Apresiasi dan terima kasih secara khusus juga disampaikan kepada instruktur pelatihan, Ibu Anita, serta pengelola Sentra IKM Molas Tenun, Ibu Rofina, yang telah dengan sabar membimbing dan memfasilitasi para peserta hingga mahir.
Penutupan kegiatan ini ditegaskan bukan sebagai akhir dari sebuah pertemuan, melainkan awal yang indah dalam mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat. Profesi penjahit yang dulunya dianggap mustahil oleh sebagian peserta, kini peluangnya terbuka lebar di depan mata.
Melalui keterampilan baru ini, para peserta diharapkan siap memasuki dunia wirausaha dan industri fesyen. Kolaborasi berkelanjutan dengan Sentra IKM Molas Tenun ini juga diharapkan mampu menjadi pilar kuat dalam mendukung sektor pariwisata berkelanjutan di wilayah Manggarai Barat.
Secara spesifik, pelatihan yang diinisiasi oleh Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, dan UMKM (Disnakertranskopukm) Manggarai Barat ini menyasar 13 orang ibu rumah tangga di Kecamatan Lembor. Melalui pembekalan keterampilan vokasional dan uji kompetensi ini, pemerintah daerah berupaya mengubah para pencari kerja dan ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki keahlian menjadi wirausaha mandiri yang produktif. Langkah ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru di sektor industri kreatif fesyen dan tenun guna menekan angka pengangguran lokal.
Editor : Tim Info-kini






