Keluarga Korban Tewas Kecelakaan di Merombok Datangi Kantor Polisi, Tuntut Tanggung Jawab Pemilik Dump Truck

- Redaksi

Selasa, 26 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Insiden Maut di Merombok, Desa Golo Bilas, keluarga Korban mendatangi Polres Manggarai Barat.

Insiden Maut di Merombok, Desa Golo Bilas, keluarga Korban mendatangi Polres Manggarai Barat.

LABUAN BAJO – Kasus kecelakaan maut di Kampung Merombok, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, sampai saat ini belum ada etika baik dari pemilik Dump Truck. Hingga memasuki malam kedelapan pasca-meninggalnya korban berinisial M (42), pihak keluarga pelaku dilaporkan sama sekali belum menunjukkan batang hidungnya untuk menemui keluarga korban.

Absennya empati dari pihak pelaku ataupun pemilik Mobil, memicu kekecewaan mendalam, hingga memaksa keluarga korban mendatangi kembali Markas Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat pada Selasa, 26/5/26 siang untuk menuntut keadilan.

Kekecewaan ini disampaikan langsung oleh perwakilan keluarga korban saat berkoordinasi dengan penyidik Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Manggarai Barat.

Pihak keluarga korban kecelakaan maut yang melibatkan satu unit mobil dump truck menyatakan kekecewaan mendalam atas ketidakhadiran pemilik kendaraan dalam agenda pertemuan yang dijadwalkan oleh pihak kepolisian pada hari ini. Pihak keluarga menegaskan akan terus menuntut tanggung jawab penuh atas hilangnya nyawa anggota keluarga mereka.

Rusli, Perwakilan keluarga korban menyampaikan alasan penundaan kehadiran dari pemilik Dump Truck  tersebut karena masih ada diluar kota.

“Semalam kami diberitahu oleh penyidik Kepolisian bahwa pada hari ini akan diadakan pertemuan resmi antara pihak Keluarga Korban dengan Pemilik Dump Truck di kantor polisi untuk menyelesaikan persoalan ini. Namun, hari ini pemilik mobil dump truck tersebut tidak datang memenuhi panggilan dengan alasan bahwa beliau masih berada di Surabaya.” Jelas Rusli, saat ditemui Awak media di Kantor Satlantas Polres pada, Selasa (26/5/2026).

Menghadapi penundaan ini, pihak keluarga menyampaikan harapan besar agar penanganan kasus ini bisa berjalan tanpa hambatan birokrasi yang berbelit-belit.

” Keluarga sangat berharap agar proses penyelesaian atas insiden yang menimpa keluarga kami ini secepatnya diselesaikan dengan baik dan seadil-adilnya.” Harapnya.

Baca Juga:  Dugaan Penembakan, Kasat Reskrim: Tim dokter RSUD Komodo tidak menemukan adanya proyektil di dalam luka korban

Menurut adat dan tradisi setempat, masa berkabung hingga malam kedelapan merupakan momentum krusial bagi kedua belah pihak untuk membangun komunikasi moral.

“Kami sudah menanti dengan pintu terbuka selama delapan malam ini. Namun, seolah tidak ada rasa bersalah, tidak ada satu pun perwakilan keluarga dari pemilik Mobil Dump Truck atau sopir yang datang berkunjung untuk sekadar menyampaikan belasungkawa,” ujar Rusli salah satu anggota keluarga korban dengan nada kecewa.

Sikap acuh tak acuh ini dinilai melukai perasaan keluarga yang tengah dirundung duka akibat kehilangan tulang punggung keluarga mereka yang bekerja sebagai petani tersebut,” bebernya.

Pemilik kendaraan memiliki tanggung jawab moral dan hukum yang sama besar atas insiden yang merenggut nyawa tersebut.

“Kami tidak hanya bicara soal sopir, tetapi kami juga menunggu rasa kepedulian dari pemilik kendaraan. Kendaraan itu milik siapa, tentu ada pemiliknya. Sampai malam kedelapan ini, jangankan datang melayat, bentuk komunikasi atau iktikad baik dari pemilik mobil pun sama sekali tidak ada. Kami merasa sangat tidak dihargai,” tegas Rusli.

Keluarga korban menegaskan, kehadiran pemilik kendaraan sangat penting untuk kejelasan tanggung jawab pasca-kecelakaan, terutama karena korban merupakan tulang punggung ekonomi keluarga yang meninggalkan istri dan anak,” lanjutnya.

Kehadiran pemilik kendaraan dinilai krusial karena menyangkut nasib masa depan keluarga yang ditinggalkan oleh korban selaku tulang punggung.

“Kami kehilangan anggota keluarga, nyawa manusia sudah hilang. Kami menuntut agar pemilik damtruk tersebut keluar dan ikut bertanggung jawab. Kendaraan tersebut dioperasikan untuk kepentingan usaha atau operasional pemiliknya, jadi sangat tidak adil jika mereka bersembunyi di balik kelalaian sopir.” Pungkas Rusli.

Ia juga menyoroti soal Pengemudi kendaraan Dump Truck tersebut.

Baca Juga:  Kantongi Nomor Urut 01, Calon Kades Wae Jare Lian Hardi Serukan Pesan Pilkades Damai

“Sopir Dump Truck itu sebenarnya ditahan sudah, bukan wajib lapor lagi. Karena, kalau wajib lapor, itu artinya ia tahanan luar. Yang seharusnya sopir itu wajib ditahan saat menghilangkan nyawa orang karena proses sedang berjalan dan belum selesai,” katanya.

Keluarga berharap pihak kepolisian segera mengambil langkah tegas untuk menjadwalkan ulang pertemuan agar persoalan ini secepatnya diselesaikan dengan baik tanpa hambatan yang berlarut-larut. Hilangnya nyawa anggota keluarga adalah kedukaan yang tidak bisa dinilai dengan apa pun. Oleh karena itu, penegakan hukum dan tanggung jawab pemilik wajib dipenuhi secara adil. Keluarga menyatakan akan terus mengawal jalannya penanganan kasus ini di kepolisian hingga mendapatkan rasa keadilan bagi keluarga korban.

Penulis : Tim Infokini

Editor : Tim Infokini

Berita Terkait

Tangan yang Terbatas, Kasih yang Meluas: Pria Disabilitas Berbagi di Tengah Keterbatasan Gempa Flores
Anggur Etaria Sambangi dan Berbagi Kasih di Manggarai Timur
Menyeka Air Mata Pascabencana: Sentuhan Kasih Perempuan Peduli DWP Mabar Bawa Harapan di Desa Nggorang
Pasok Air Bersih ke Desa Warloka Respons Cepat Krisis Air, Polres Mabar Salurkan 20.000 Liter Air Bersih di Komodo
Ditetapkan Jadi Tersangka Pencurian di Labuan Bajo, Kondisi Luka Remaja 17 Tahun Kini Dipertanyakan Keluarga
Puluhan Rumah Hancur, Dinding Jebol, Tangis Warga Desa Robo Menanti Bantuan di Tengah Puing Rumah
Demokrat Manggarai Barat Salurkan Sembako untuk Korban Gempa M 7,7

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 12:32 WITA

Tangan yang Terbatas, Kasih yang Meluas: Pria Disabilitas Berbagi di Tengah Keterbatasan Gempa Flores

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:38 WITA

Anggur Etaria Sambangi dan Berbagi Kasih di Manggarai Timur

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:23 WITA

Menyeka Air Mata Pascabencana: Sentuhan Kasih Perempuan Peduli DWP Mabar Bawa Harapan di Desa Nggorang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:01 WITA

Pasok Air Bersih ke Desa Warloka Respons Cepat Krisis Air, Polres Mabar Salurkan 20.000 Liter Air Bersih di Komodo

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:41 WITA

Puluhan Rumah Hancur, Dinding Jebol, Tangis Warga Desa Robo Menanti Bantuan di Tengah Puing Rumah

Berita Terbaru