Jembatan Putus Tewaskan Dua Wisatawan, Kapolres Mabar: Kami Akan Tindak Tegas Pelanggaran Standar Keamanan

- Redaksi

Minggu, 24 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kedua Jenazah saat di evakuasi oleh Tim SAR dan Kepolisian di Air Terjun Cunca Wulang.

Kedua Jenazah saat di evakuasi oleh Tim SAR dan Kepolisian di Air Terjun Cunca Wulang.

LABUAN BAJO, Info-kini.com — Suasana damai yang biasanya menyelimuti kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang, Kampung Warsawe, Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), seketika berubah menjadi mencekam pada Minggu pagi (24/5/2026).

Kegembiraan akhir pekan di destinasi alam populer tersebut luluh lantak setelah sebuah jembatan gantung kayu tiba-tiba ambruk, merenggut nyawa dua wisatawan asal Austria yang sedang melintas di atasnya.

Wisatawan itu terjatuh bebas dari ketinggian kurang lebih 10 meter dan mendarat di dasar sungai yang dipenuhi bebatuan besar. Benturan keras di area vital tubuh membuat nyawa sepasang kekasih ini tidak dapat diselamatkan di lokasi kejadian.

Kedua korban diidentifikasi sebagai Jurgen (54) dan Astrid (56). Peristiwa tragis yang terjadi sekitar pukul 10.00 Wita ini langsung memicu respons cepat dari aparat Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat bersama Tim SAR Gabungan untuk melakukan evakuasi darurat serta mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

*Maut di Balik Lensa Kamera*

Tragedi nahas ini bermula ketika Jurgen dan Astrid tiba di kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang sekitar pukul 09.20 Wita. Mereka didampingi oleh sopir pribadi mereka, Julius Mam (45). Setelah menyelesaikan proses registrasi administrasi di pos tiket, kedua warga negara asing (WNA) tersebut memulai perjalanan tapak (trekking) menuju titik air terjun dengan dipandu oleh seorang pemandu lokal berpengalaman, Muhamad Muhardin (30).

Setibanya di jembatan gantung kayu yang membentang tinggi di atas aliran sungai berbatu, kedua korban berniat mengabadikan momen kebersamaan mereka dalam sebuah video pendek. Mereka kemudian menyerahkan telepon genggam kepada Muhardin, meminta sang pemandu untuk merekam perjalanan mereka dari arah belakang.

Baca Juga:  Penemuan satu Jenazah di selat Padar yang diduga Pelatih sepak Bola Valencia CF

“Mereka berjalan beriringan sambil tersenyum hangat ke arah kamera. Mereka sempat meminta saya, ‘Tolong ambil video kami dari belakang saat kami menyeberang jembatan ini, ya,'” kenang Muhardin dengan suara bergetar dan tatapan mata yang masih menyiratkan trauma mendalam saat memberikan keterangan kepada pihak kepolisian.

Namun, keceriaan di pagi yang cerah itu berubah seketika menjadi jerit ketakutan. Baru sekitar 10 meter melangkah di atas bentangan jembatan gantung, struktur kayu yang menjadi tumpuan kaki mereka mendadak patah.

“Tiba-tiba terdengar suara kayu patah yang sangat keras—seperti dahan pohon besar yang tumbang. Dalam hitungan detik, jembatan langsung ambruk total. Saya melihat mereka berdua jatuh bebas ke bawah dan langsung menghantam batu-batu sungai yang besar di dasar jurang,” tutur Muhardin yang langsung berlari kembali ke pos tiket untuk berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

*Evakuasi Dramatis dan Penjagaan Status Quo*

Menerima laporan darurat dari masyarakat dan pemandu wisata, personel Kepolisian Sektor (Polsek) Sano Nggoang di bawah naungan Polres Manggarai Barat bergerak cepat menuju TKP bersama Tim SAR Gabungan.

Proses evakuasi jenazah Jurgen dan Astrid berlangsung dramatis dan memakan waktu akibat medan sungai Cunca Wulang yang sangat terjal, sempit, dan dipenuhi bebatuan licin. Setelah berhasil diangkat ke Pos Pendaftaran Tiket, kedua jenazah langsung dilarikan menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Pratama Komodo untuk menjalani pemeriksaan medis luar (visum et repertum).

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., menegaskan bahwa tindakan taktis pertama kepolisian berfokus pada penyelamatan situasi dan pengamanan area guna menghindari kerusakan pada bukti fisik di lapangan.

“Prioritas utama kami sesaat setelah kejadian adalah mengevakuasi korban dan langsung mengamankan TKP guna menjaga keaslian bukti-bukti fisik atau mempertahankan status quo. Pemasangan garis polisi (police line) langsung kami instruksikan di pintu masuk area wisata dan di kedua ujung jembatan gantung tersebut,” tegas AKBP Christian Kadang saat dikonfirmasi di Labuan Bajo.

Baca Juga:  Warga Desa di Kecamatan Mbeliling Swadaya Untuk Perbaiki Jalan Rusak, Peran Pemerintah Dipertanyakan

*Usut Tuntas Unsur Kelalaian dan Koordinasi Internasional*

Kepolisian kini tengah mendalami kasus kecelakaan fatal ini secara serius. Korps Bhayangkara menegaskan akan melakukan penegakan hukum secara transparan untuk menyelidiki kelayakan infrastruktur wisata serta melihat adanya potensi kelalaian pengelola yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain, sebagaimana diatur dalam Pasal 359 KUHP.

“Kami tidak main-main dengan keselamatan wisatawan yang berkunjung ke wilayah Manggarai Barat. Tim Identifikasi (Inafis) Sat Reskrim Polres Manggarai Barat saat ini sedang melakukan olah TKP mendalam untuk memeriksa kelayakan teknis jembatan kayu tersebut,” jelas Kapolres Christian Kadang.

Ia menambahkan, pihak kepolisian juga akan segera melayangkan surat pemanggilan resmi kepada pihak pengelola destinasi wisata demi mengusut tuntas aspek keselamatan operasional.

“Kami juga akan memanggil pihak pengelola destinasi wisata Cunca Wulang untuk dimintai keterangan secara intensif terkait standar keselamatan (SOP) dan pemeliharaan infrastruktur yang mereka terapkan selama ini,” tambahnya.

Mengingat kedua korban merupakan warga negara asing, Polres Manggarai Barat juga bergerak cepat mengaktifkan jalur diplomasi kepolisian. Melalui koordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, kepolisian daerah kini tengah menjalin komunikasi intensif dengan Kedutaan Besar Austria di Jakarta.

“Koordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Austria terus kami lakukan secara intensif. Ini mencakup penanganan dokumen-dokumen resmi, pengamanan barang-barang pribadi korban yang masih tertinggal di tempat penginapan, serta memfasilitasi proses repatriasi atau pemulangan jenazah kedua korban kembali ke negara asal mereka sesegera mungkin,” papar Christian.

*Langkah Antisipatif: Penutupan Total Destinasi Wisata*

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa dan memberikan ruang gerak yang bebas bagi tim penyidik dalam melakukan investigasi komprehensif, kepolisian telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat, khususnya Dinas Pariwisata.

Baca Juga:  Narasi Pemberitaan 'Keringat Dingin' Usai Diperiksa, Anggota DPRD H Tegaskan, Itu Diluar Substansi

Atas rekomendasi tertulis dari pihak kepolisian, kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang secara resmi dinyatakan ditutup total untuk seluruh aktivitas kunjungan umum mulai hari ini.

“Demi keamanan bersama seluruh wisatawan, serta demi kelancaran proses investigasi hukum yang sedang berjalan, objek wisata Air Terjun Cunca Wulang kami nyatakan ditutup sementara waktu hingga batas waktu yang belum ditentukan,” pungkas AKBP Christian Kadang.

Selain itu, Kapolres Mabar juga mengimbau seluruh pengelola kawasan wisata di Manggarai Barat untuk memprioritaskan keselamatan pengunjung, sekaligus meminta para wisatawan agar senantiasa menjaga keselamatan diri selama berkunjung.

“Demi keselamatan bersama, kami meminta pengelola wisata di Manggarai Barat untuk meningkatkan pengawasan, dan meminta para wisatawan agar selalu berhati-hati saat berkunjung,” imbaunya.

Penulis : Tim Infokini

Editor : Tim Infokini

Berita Terkait

Jembatan Gantung Air Terjun Cunca Wulang Roboh, Dua Wisatawan Meninggal Dunia, Wabub Sampaikan Duka Cita
Kondisi Pantai Wae Cicu Labuan Bajo: Antara Pesona Alam dan Tantangan Bangkai Kapal
Dalam Waktu Dekat Penyidik Polda NTT Akan Lakukan Gelar Perkara Terkait Pengaduan Masyarakat Adat Nggoer
Polda NTT Tegaskan Laporan Masyarakat Adat Nggoer Terkait Sengketa Tanah Masih Berjalan
Bantah Kasus Dihentikan, Kuasa Hukum IB, Aldi Dalton: Penyidik Masih Mendalami Pemeriksaan Ahli
Potensi PAD Hilang, Hasanudin Soroti Kapal Wisata Tak Berizin di Labuan Bajo
Kasus Pengerusakan Rumah Jalan di Tempat, Kepolisian Didesak Tahan Pelaku
Dua Kali Gelar Perkara Khusus, Polda NTT Terbitkan SP3 Untuk Hasanudin dan Zakarudin

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:15 WITA

Jembatan Putus Tewaskan Dua Wisatawan, Kapolres Mabar: Kami Akan Tindak Tegas Pelanggaran Standar Keamanan

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:43 WITA

Jembatan Gantung Air Terjun Cunca Wulang Roboh, Dua Wisatawan Meninggal Dunia, Wabub Sampaikan Duka Cita

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:17 WITA

Dalam Waktu Dekat Penyidik Polda NTT Akan Lakukan Gelar Perkara Terkait Pengaduan Masyarakat Adat Nggoer

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:08 WITA

Polda NTT Tegaskan Laporan Masyarakat Adat Nggoer Terkait Sengketa Tanah Masih Berjalan

Senin, 18 Mei 2026 - 22:25 WITA

Bantah Kasus Dihentikan, Kuasa Hukum IB, Aldi Dalton: Penyidik Masih Mendalami Pemeriksaan Ahli

Berita Terbaru