Bupati Manggarai Barat perintahkan Kadis Tenaga kerja Theresia P. Asmon, bagi Pelaku UMKM yang hanya memperburuk citra pariwisata, tutup!

- Redaksi

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO– Bupati Manggarai Barat (Mabar), Edistasius Endi, memberi ultimatum kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dinilai mengganggu tata kelola dan merusak citra pariwisata Manggarai Barat, segera ditutup! Jangan sampai karena ulah sekelompok UMKM, citra pariwisata Manggarai Barat jadi rusak.

Ultimatum ini disampaikan Bupati Edi kepada para pelaku UMKM melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM, Theresia P. Asmon, pada Kegiatan Rapat Awal Tahun, yang berlangsung di Aula Setda Kabupaten Manggarai Barat, Senin (05/01/2026) pagi.

Bupati Edi meminta kadis Theresia untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh pelaku usaha, khususnya di kawasan Kuliner Kampung Ujung.

“Saya perintahkan untuk mengevaluasi seluruh pelaku UMKM di Kampung Ujung. Pelaku UMKM yang hanya memperburuk citra pariwisata, tutup!” tegas Bupati Edi dalam arahannya.

Ultimatum yang disampaikan Bupati Edi, ini tentu bertolak dari persoalan yang selama ini kerap dihadapi. Banyak wisatawan yang mengeluh karena harga makanan dan minuman di Kuliner Kampung Ujung terlalu mahal. Sementara di awal pemesanan, mereka tidak diperlihatkan menu harga.

Persoalan ini sempat viral, hingga kemudian unsur Forkopimda Manggarai Barat harus turun tangan bersama-sama mencari solusi. Target utamanya: agar citra pariwisata Manggarai Barat umumnya, dan Labuan Bajo khususnya menjadi rusak.

Hal lain yang menjadi fokus Bupati Edi adalah terkait kebersihan di lokasi kuliner Kampung Ujung. Para pelaku UMKM di Kampung Ujung dinilai tidak bisa menjaga kebersihan. Fakta itu akan menjadi salah satu hal yang memperburuk citra Labuan Bajo sebagai kota pariwisata. “Kita selalu mengurus masalah yang sama dari tahun ke tahun,” tegas Bupati Edi.

Selanjutnya, kepada Kepala Dinas Nakertrans, Bupati Edi memberi perintah untuk segera lakukan evaluasi secara menyeluruh, kemudian mengatur dan menertibkan para pelaku usaha. “Kadis Nakertrans, kalau masih ada UMKIM tidak bisa diatur, tidak mau tunjukan menu harga, tidak mau patuh untuk jaga kebersihan, tutup!” tegasnya.

Baca Juga:  Kondisi Pantai Wae Cicu Labuan Bajo: Antara Pesona Alam dan Tantangan Bangkai Kapal

Persoalan Pasar

Pada kesempatan itu, Bupati Edi tidak hanya menyoroti masalah yang ada di Kuliner Kampung Ujung. Persoalan lain yang disoroti adalah pasar. Bupati menggambarkan kondisi pasar yang sangat tidak tertata.

“Masalah di pasar juga bukan membaik, tapi makin amburadul. Sudah bingung lagi kita menilai, apakah ini pasar atau jalan? Coba sekarang kita ke pasar, joroknya minta ampun. Masa kita tidak bisa kendalikan?” ujarnya.

Sebagai solusi, Bupati Edi perintahkan kepala dinas perindustrian dan perdagangan kabupaten Manggarai Barat  agar melakukan dua langkah konkret. Pertama, mendorong relokasi pelaku usaha ke pasar baru.

“Dorong pelaku lainnya ke Pasar Baru. Bulan ini juga mesti ada yang dipindahkan,” perintahnya.

Kedua, ia menekankan pentingnya instrumen pengaturan yang jelas. “Kan ada kontrak, apa yang menjadi hak, apa yang menjadi kewajiban. Kita harus menyiapkan instrument yang jelas dan pasti,” jelasnya.

Selain itu, opsi penyerahan pengelolaan kepada pihak ketiga yang profesional juga terbuka. “Atau kalau ada pihak ketiga yang profesional, sudah diarahkan kepada pihak ketiga,” tambahnya.

Kebijakan tegas ini dinilai sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga citra daerah, terutama Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super premium.

Ultimatum Bupati Edi ini diharapkan dapat menjadi peringatan bagi seluruh pelaku usaha untuk lebih mematuhi aturan dan menjaga kebersihan lingkungan, demi citra pariwisata Labuan Bajo.

Penulis : Tim Infokini

Editor : Sansiro Petra

Sumber Berita : InfoMabar

Berita Terkait

Kabidhumas Polda NTT Kombes Henry Novika: Pengelolaan Cunca Wulang Didalami Seluruh Aspek Administratif
Sikap Tegas Tokoh Pemuda Usai Tragedi Dua Wisatawan Jatuh di Jembatan Gantung Air Terjun Cunca Wulang
Infrastruktur Pariwisata Renggut Nyawa Turis Asing, Anggota DPRD Mabar: Ini Menjadi Citra Buruk Bagi Pariwisata Kita
Insiden Jembatan Cunca Wulang, Alarm Keras Penegakan Perda Kepariwisataan Manggarai Barat
Jembatan Putus Tewaskan Dua Wisatawan, Kapolres Mabar: Kami Akan Tindak Tegas Pelanggaran Standar Keamanan
Jembatan Gantung Air Terjun Cunca Wulang Roboh, Dua Wisatawan Meninggal Dunia, Wabub Sampaikan Duka Cita
Kondisi Pantai Wae Cicu Labuan Bajo: Antara Pesona Alam dan Tantangan Bangkai Kapal
Potensi PAD Hilang, Hasanudin Soroti Kapal Wisata Tak Berizin di Labuan Bajo

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 22:31 WITA

Kabidhumas Polda NTT Kombes Henry Novika: Pengelolaan Cunca Wulang Didalami Seluruh Aspek Administratif

Senin, 25 Mei 2026 - 20:07 WITA

Sikap Tegas Tokoh Pemuda Usai Tragedi Dua Wisatawan Jatuh di Jembatan Gantung Air Terjun Cunca Wulang

Senin, 25 Mei 2026 - 18:17 WITA

Infrastruktur Pariwisata Renggut Nyawa Turis Asing, Anggota DPRD Mabar: Ini Menjadi Citra Buruk Bagi Pariwisata Kita

Senin, 25 Mei 2026 - 14:48 WITA

Insiden Jembatan Cunca Wulang, Alarm Keras Penegakan Perda Kepariwisataan Manggarai Barat

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:15 WITA

Jembatan Putus Tewaskan Dua Wisatawan, Kapolres Mabar: Kami Akan Tindak Tegas Pelanggaran Standar Keamanan

Berita Terbaru