Cegah Konflik susulan, tokoh Pemuda dan tokoh adat Kampung Bempo, Desak Polsek Lembor Segera menangkap pelaku pengeroyokan

- Redaksi

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu Korban pengeroyokan dari kampung Bempo Kec. Lembor pada malam pergantian tahun 2025

Salah satu Korban pengeroyokan dari kampung Bempo Kec. Lembor pada malam pergantian tahun 2025

LABUAN BAJO– Menindak lanjuti pasca kejadian pengeroyokan di malam pergantian tahun masih menyelimuti atmosfer Kampung Bempo, Desa Watu Rambung, Kecamatan Lembor Selatan Manggarai Barat, NTT.

Mengantisipasi eskalasi konflik yang lebih luas, sejumlah pemuda dan tokoh adat setempat mendesak aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Lembor untuk segera menangkap dan menahan para pelaku tawuran pada Kamis, 1 Januari 2026 (malam) bertepatan dengan malam pergantian tahun 2025.

Perwakilan pemuda Kampung Bempo menegaskan bahwa laporan resmi telah dilayangkan oleh pihak keluarga korban sesaat setelah insiden terjadi. Kini, mereka menaruh harapan besar agar polisi segera menjemput paksa nama-nama yang telah dikantongi dalam laporan tersebut.

“Kami meminta Polsek Lembor segera mengamankan para pelaku. Ini krusial untuk mendinginkan suasana agar tidak terjadi aksi balasan yang lebih buruk dan merugikan banyak pihak,” ujar salah satu tokoh pemuda Bempo pada,

Senin, 5/01/2026 malam.

Di tengah upaya mencari keadilan, warga menyayangkan adanya keterlibatan salah satu terduga pelaku pengeroyokan yang berstatus sebagai tenaga pendidik (guru) di SMP Katolik St. Theresia Kaca, Lembor Selatan.

Keterlibatan seorang guru sebagai pendidik dalam aksi kekerasan dinilai telah mencoreng marwah institusi pendidikan di Manggarai Barat. Secara tegas, warga meminta Kepala Sekolah tempat oknum tersebut mengabdi untuk mengambil langkah disipliner yang berat tanpa kompromi.

“Seorang guru seharusnya menjadi kompas moral bagi anak didik dan masyarakat, bukan justru menjadi aktor penganiayaan. Kami mendesak pihak sekolah untuk segera memecat yang bersangkutan. Perbuatannya sangat tidak terpuji dan telah merusak reputasi lembaga pendidikan,” tegas salah satu orang tua korban.

Kendati mendesak adanya penahanan segera, keluarga korban dan pemuda Kampung Bempo tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi jajaran Polsek Lembor. Mereka menilai, sejauh ini kepolisian telah bekerja secara profesional dan responsif dalam menangani laporan mereka.

Baca Juga:  Tanggapi Penyitaan Satu Unit Leptop Milik H oleh Penyidik Polres Mabar, PH Klien Angkat Bicara

“Kami berterima kasih kepada Polsek Lembor yang telah menjalankan tugas dengan baik dan adil. Kami menaruh kepercayaan penuh bahwa kepolisian akan menuntaskan kasus ini secara transparan demi tegaknya keadilan bagi korban,” tutupnya.

Penulis : Tim Infokini

Editor : Sansiro Petra

Berita Terkait

Kuasa Hukum Aldri Dalton Ndolo, S.H, Kasus Belum ‘Matang’ Terburu-buru Tetapkan Tersangka
Praktisi Hukum Asis Deornay: Penegak Hukum Harus Jeli, Jangan Sampai Karena Kepentingan Tertentu
Tanggapi Penyitaan Satu Unit Leptop Milik H oleh Penyidik Polres Mabar, PH Klien Angkat Bicara
Penyidik Polres Mabar Mengamankan Satu Unit Leptop Milik H
Kades Samaila Bantah Tudingan Surat Pengukuhan Hingga Mengaku Tidak Pernah Diwawancara
Polres Manggarai Tuai Sorotan Tajam PMKRI Ruteng Atas Kematian Ibu Restina Tija Yang Hanya Menjadi Berkas Debu di Meja Kepolisian
Mobil Nasabah Ditarik Paksa, Ini Pengakuan Kepala Cabang Adira Finance Labuan Bajo
Aldi Dalton PH Dari Sakarudin “Tidak Boleh Ngarang-Ngarang kalau tidak paham Adat” Jangan Asal Bunyi

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 14:40 WITA

Kuasa Hukum Aldri Dalton Ndolo, S.H, Kasus Belum ‘Matang’ Terburu-buru Tetapkan Tersangka

Senin, 6 April 2026 - 18:06 WITA

Praktisi Hukum Asis Deornay: Penegak Hukum Harus Jeli, Jangan Sampai Karena Kepentingan Tertentu

Jumat, 3 April 2026 - 00:11 WITA

Tanggapi Penyitaan Satu Unit Leptop Milik H oleh Penyidik Polres Mabar, PH Klien Angkat Bicara

Kamis, 2 April 2026 - 22:11 WITA

Penyidik Polres Mabar Mengamankan Satu Unit Leptop Milik H

Rabu, 1 April 2026 - 17:41 WITA

Kades Samaila Bantah Tudingan Surat Pengukuhan Hingga Mengaku Tidak Pernah Diwawancara

Berita Terbaru