LABUAN BAJO — Kasus dugaan pengeroyokan terhadap Maria Lasven Dikarti (28) Emiliana Mildawati Sangur (25) yang bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Wae Kelambu (Raba), Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, NTT, sudah ada titik terangnya. Kamis, 22/01/2026
Korban pengeroyokan yang mengalami luka memar di mata kiri dan Bibir retak dibagian atas akibat pengeroyokan brutal yang diduga dilakukan secara bersama-sama dari Pelaku Lastri dan Wempi pada tanggal 16 November 2025, kini sudah ditangani serius oleh pihak Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat.
Wati, slah satu korban sudah menutup pintu untuk mediasi Restorative Justice (Keadilan Restoratif) karena kasus pengeroyokan ini soal harga diri, dan mendesak aparat Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat segera menetapkan tersangka.
“Ini soal harga diri kami sebagai perempuan yang menjadi korban penganiayaan oleh pelaku, dan kami tidak mau dimediasi untuk selesaikan persoalan ini secara Restorative Justice (Keadilan Restoratif),” jelas Wati, saat ditemui media ini dihalaman Polres Mabar.
Sebelumnya ada pihak keluarga dari pelaku sempat menemui kami usai kejadian itu tpi, kami dengan tekat supaya kasus itu tetap diproses secara hukum,” lanjut Wati.
Mirisnya lagi Para pelaku sempat mencaci maki kedua korban dan orang tua korban disaat kejadian itu.
“Mereka maki-maki kami dua, dan setelah orang tua saya datang dengan saudara laki-laki saat itu, mereka sempat keluarkan kata-kata kotor yang tak sepantas diucapkan.
Ini soal harga diri kami dan kedua orang tua kami, makanya dengan tegas kami tidak mau dimediasi atas persoalan ini,” tegas Wati.
Para pelaku juga sempat melontarkan kata menantang keluarga korban untuk silakan dilaporkan ke Polisi.
“Silakan kamu lapor di Polisi, kami tidak takut, kami banyak uang juga,” jelas Wati menirukan ungkapan pelaku Lastri
Terpisah dari itu, pihak keluarga dan orang tua korban menyampaikan, pokoknya kasus pengeroyokan ini kami tetap menempuh jalur hukum melalui Polres Manggarai Barat.
“Sebagai orang tua, saya sangat menyesalkan tindakan para pelaku yang tega memukuli anak saya hingga pipih bengkak dan bibir pecah. Sebagai orangtua korban, bersama keluarga sangat berharap aparat penegak hukum untuk bertindak tegas. Para terduga Pelaku harus segera ditahan dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Lasarus, ayah dari kedua korban.
Hingga saat ini, kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh kedua pelaku, kini sudah ditangani serius oleh pihak kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat.
Penulis : Tim Infokini
Editor : Sansiro Petra






