Diduga Aniaya Nasabah di Rumah, Oknum Debt Collector Leasing Indomobil Dilaporkan ke Polisi

- Redaksi

Jumat, 29 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diduga lakukan tindakan oenganiayaa terhadap seorang nasabah (foto ilustrasi).

Diduga lakukan tindakan oenganiayaa terhadap seorang nasabah (foto ilustrasi).

LABUAN BAJO — Dugaan tindakan kekerasan kembali mencoreng industri pembiayaan (leasing) di wilayah Flores. Seorang staf penagihan dari Kantor Unit Pembiayaan Indomobil Finance Kabupaten Manggarai diduga melakukan aksi penganiayaan terhadap salah satu nasabah di wilayah Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur pada, Jumaat (29/5/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 10:45 WITA. Ketika staf dari Kantor Indomobil Unit Manggarai mendatangi kediaman nasabah di kampung Wersawe, Kecamatan Mbeliling. Kedatangan oknum petugas tersebut diketahui bertujuan untuk menagih keterlambatan pembayaran angsuran kendaraan.

Namun, proses penagihan yang semula berupa dialog dilaporkan berubah menjadi ketegangan. Perdebatan sengit mengenai unit kendaraan dan masa tunggakan hanya 1 bulan memicu emisi personal, hingga oknum staf tersebut diduga melakukan tindakan fisik secara sepihak kepada nasabah.

Menurut J, saat oknum staf Indomobil tersebut datang bersama seorang rekannya, situasi di rumahnya sedang sepi. Di lokasi hanya ada J, istri, dan anak mereka yang masih kecil.

“Saat kejadian itu, hanya kami berdua dengan istri saja di rumah. Istri saya lagi menggendong si kecil,” tutur J saat ditemui pada, jumaat (29/5/2026) siang.

Menurut penuturan J, insiden tersebut bermula dari terkait lokasi penagihan angsuran mobil. J mengaku hanya berniat memberikan saran agar proses penagihan dilakukan di rumah pribadinya, bukan di tempat kerja atau fasilitas umum.

Namun, saran baik tersebut justru direspons secara reaktif dan penuh emosi oleh oknum staf lapangan perusahaan pembiayaan tersebut.

Peristiwa mencekam ini bermula ketika pelaku bersama seorang rekannya mendatangi rumah J untuk menagih angsuran mobil. J secara baik-baik memberikan saran agar pihak pembiayaan tidak melakukan penagihan ke tempat kerja istrinya di Puskesmas, itukan fasilitas kesehatan demi menjaga profesionalisme dan kenyamanan publik.

Baca Juga:  Cegah Konflik susulan, tokoh Pemuda dan tokoh adat Kampung Bempo, Desak Polsek Lembor Segera menangkap pelaku pengeroyokan

“Saat kejadian itu saya hanya menyampaikan, ‘Brow, kalau berurusan dengan penagihan angsuran mobil ini, jangan pergi ke Kantor Puskesmas tempat kerja istri saya, itu bukan rumah kami, itu tempat pelayanan publik. Kamu langsung ke rumah saja,'” ujar J saat memberikan keterangan kepada awak media pada, jumaat (29/5/2026) siang.

Bukannya menerima masukan tersebut, oknum staf Indomobil itu justru langsung tersulut emosi. Pelaku membentak korban dengan nada menantang sebelum akhirnya melayangkan pukulan fisik secara tiba-tiba.

“Tiba-tiba dia langsung bentak saya, ‘Terus kau mau apa?’ Dia langsung memukul saya,” tambah J sembari mengingat kembali tindakan arogan yang dialaminya.

Kasus dugaan kekerasan yang melibatkan oknum pegawai Kantor Unit Pembiayaan Indomobil Kabupaten Manggarai terhadap nasabahnya di Kecamatan Mbeliling kini resmi bergulir ke ranah hukum.

Korban berinisial J telah melaporkan tindakan penganiayaan tersebut ke Polsek Sanonggoang, Polres Manggarai Barat,  untuk diproses secara pidana.

“Atas kejadian itu, saya langsung melaporkan tindakan kekerasan dari pelaku yang merupakan pegawai dari Indomobil itu ke Polsek Sanonggoang, Manggarai Barat,” tegas J kepada awak media.

Langkah hukum yang diambil oleh J sebagai korban atas dugaan tindakan kekerasan ini, lantaran tidak menerima tindakan arogan pelaku yang melakukan pemukulan secara tiba-tiba di dalam rumahnya sendiri, bahkan di hadapan anak dan istrinya.

Kasus dugaan penganiayaan ini telah dilaporkan secara resmi oleh pihak korban kepada aparat kepolisian. Pihak keluarga korban mendesak kepolisian untuk segera memproses hukum oknum staf leasing tersebut tanpa pandang bulu.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Kantor Unit Indomobil Manggarai belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan tindakan penganiayaan dan meminta pertanggungjawaban perusahaan atas tindakan arogan pegawainya di lapangan.

Penulis : Tim Infokini

Editor : Tim Infokini

Berita Terkait

Keluarga Korban Tewas Kecelakaan di Merombok Datangi Kantor Polisi, Tuntut Tanggung Jawab Pemilik Dump Truck
Jembatan Putus Tewaskan Dua Wisatawan, Kapolres Mabar: Kami Akan Tindak Tegas Pelanggaran Standar Keamanan
Dalam Waktu Dekat Penyidik Polda NTT Akan Lakukan Gelar Perkara Terkait Pengaduan Masyarakat Adat Nggoer
Polda NTT Tegaskan Laporan Masyarakat Adat Nggoer Terkait Sengketa Tanah Masih Berjalan
Bantah Kasus Dihentikan, Kuasa Hukum IB, Aldi Dalton: Penyidik Masih Mendalami Pemeriksaan Ahli
Kasus Pengerusakan Rumah Jalan di Tempat, Kepolisian Didesak Tahan Pelaku
Dua Kali Gelar Perkara Khusus, Polda NTT Terbitkan SP3 Untuk Hasanudin dan Zakarudin
Tersangka di Polres Mabar, Polda NTT Terbitkan SP3 Karena Bukan Tindak Pidana

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:36 WITA

Diduga Aniaya Nasabah di Rumah, Oknum Debt Collector Leasing Indomobil Dilaporkan ke Polisi

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:58 WITA

Keluarga Korban Tewas Kecelakaan di Merombok Datangi Kantor Polisi, Tuntut Tanggung Jawab Pemilik Dump Truck

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:15 WITA

Jembatan Putus Tewaskan Dua Wisatawan, Kapolres Mabar: Kami Akan Tindak Tegas Pelanggaran Standar Keamanan

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:17 WITA

Dalam Waktu Dekat Penyidik Polda NTT Akan Lakukan Gelar Perkara Terkait Pengaduan Masyarakat Adat Nggoer

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:08 WITA

Polda NTT Tegaskan Laporan Masyarakat Adat Nggoer Terkait Sengketa Tanah Masih Berjalan

Berita Terbaru