Korban pengeroyokan di Labuan Bajo: Ini soal harga diri dan keluarga kami, proses Hukum tetap berlanjut

- Redaksi

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO — Kasus dugaan pengeroyokan terhadap Maria Lasven Dikarti (28) Emiliana Mildawati Sangur (25) yang bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Wae Kelambu (Raba), Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, NTT, sudah ada titik terangnya. Kamis, 22/01/2026

Korban pengeroyokan yang mengalami luka memar di mata kiri dan Bibir retak dibagian atas akibat pengeroyokan brutal yang diduga dilakukan secara bersama-sama dari Pelaku Lastri dan Wempi pada tanggal 16 November 2025, kini sudah ditangani serius oleh pihak Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat.

Wati, slah satu korban sudah menutup pintu untuk mediasi Restorative Justice (Keadilan Restoratif) karena kasus pengeroyokan ini soal harga diri, dan mendesak aparat Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat segera menetapkan tersangka.

“Ini soal harga diri kami sebagai perempuan yang menjadi korban penganiayaan oleh pelaku, dan kami tidak mau dimediasi untuk selesaikan persoalan ini secara Restorative Justice (Keadilan Restoratif),” jelas Wati, saat ditemui media ini dihalaman Polres Mabar.

Sebelumnya ada pihak keluarga dari pelaku sempat menemui kami usai kejadian itu tpi, kami dengan tekat supaya kasus itu tetap diproses secara hukum,” lanjut Wati.

Mirisnya lagi Para pelaku sempat mencaci maki kedua korban dan orang tua korban disaat kejadian itu.

“Mereka maki-maki kami dua, dan setelah orang tua saya datang dengan saudara laki-laki saat itu, mereka sempat keluarkan kata-kata kotor yang tak sepantas diucapkan.

Ini soal harga diri kami dan kedua orang tua kami, makanya dengan tegas kami tidak mau dimediasi atas persoalan ini,” tegas Wati.

Para pelaku juga sempat melontarkan kata menantang keluarga korban untuk silakan dilaporkan ke Polisi.

“Silakan kamu lapor di Polisi, kami tidak takut, kami banyak uang juga,” jelas Wati menirukan ungkapan pelaku Lastri

Baca Juga:  Dugaan Pemalsuan Surat Tanah, Kades Golo Mori Enggan Berkomentar Banyak Usai Keluar Dari Ruangan Pemeriksaan

Terpisah dari itu, pihak keluarga dan orang tua korban menyampaikan, pokoknya kasus pengeroyokan ini kami tetap menempuh jalur hukum melalui Polres Manggarai Barat.

“Sebagai orang tua, saya sangat menyesalkan tindakan para pelaku yang tega memukuli anak saya hingga pipih bengkak dan bibir pecah. Sebagai orangtua korban, bersama keluarga sangat berharap aparat penegak hukum untuk bertindak tegas. Para terduga Pelaku harus segera ditahan dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Lasarus, ayah dari kedua korban.

Hingga saat ini, kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh kedua pelaku, kini sudah ditangani serius oleh pihak kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat.

 

 

Penulis : Tim Infokini

Editor : Sansiro Petra

Berita Terkait

Dugaan Selingkuh Oknum Kades dan Bu Bidan Puskesmas: Homestay Jadi Saksi Akhir Cinta Terlarang dan Berakhir di Tangan Polisi
Dugaan Skandal Perselingkuhan Oknum Kades di Labuan Bajo Terbongkar, Kabur Saat Digerebek Suami Sah
Bobol Kios di Mbrata, Pemuda Asal Mbeliling Ditangkap Tim Buser Polres Manggarai Barat
Seret Nama Ivon Burhan di Media Sosial, Terlapor EH Kini Menyandang Status Tersangka
Mantan Pejabat Mabar Diduga Pungut Sewa Ilegal Puluhan Juta Rupiah Kepada Pelaku Usaha Kecil di Wae Mata
Kasus Penganiayaan Warga Rangko oleh Oknum TNI Resmi Dilaporkan ke Polda NTT, Kuasa Hukum Desak Denpom Kupang Bertindak Cepat
Jenguk Korban Dugaan Pemukulan di Labuan Bajo, Dandim Mabar: Saya Datang Sebagai Orang Tua
Insiden Pemukulan Wasit, PSSI Manggarai Barat Tindak Tegas terhadap Novri, Cabut Keanggotaan dan Dukung Jalur Hukum

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Dugaan Selingkuh Oknum Kades dan Bu Bidan Puskesmas: Homestay Jadi Saksi Akhir Cinta Terlarang dan Berakhir di Tangan Polisi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:19 WITA

Bobol Kios di Mbrata, Pemuda Asal Mbeliling Ditangkap Tim Buser Polres Manggarai Barat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 00:47 WITA

Seret Nama Ivon Burhan di Media Sosial, Terlapor EH Kini Menyandang Status Tersangka

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:43 WITA

Mantan Pejabat Mabar Diduga Pungut Sewa Ilegal Puluhan Juta Rupiah Kepada Pelaku Usaha Kecil di Wae Mata

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:12 WITA

Kasus Penganiayaan Warga Rangko oleh Oknum TNI Resmi Dilaporkan ke Polda NTT, Kuasa Hukum Desak Denpom Kupang Bertindak Cepat

Berita Terbaru