Kasus Pengerusakan rumah di Lembor Selatan Penyidik Polres Mabar akan kembali melayangkan surat panggilan resmi kepada para terlapor

- Redaksi

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Manggarai Barat tengah mendalami kasus pengrusakan rumah yang menimpa tiga warga di Kampung Wae Togo, Desa Watu Waja, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Kasus kejadian pengerusakan tiga rumah warga Wae Togo itu terjadi pada Sabtu (15/11/2025) lalu. Kejadian ini diduga dipicu oleh sengketa lahan yang berkepanjangan di wilayah tersebut.

Berdasarkan laporan polisi bernomor LP/B/187/XI/SPKT/Polres Mabar/Polda NTT, aksi pengrusakan itu terjadi sekitar pukul 11.00 Wita.

Sekelompok massa dilaporkan mendatangi pemukiman warga sembari berteriak dan melakukan tindakan anarkis terhadap rumah milik PH (71), IR (55), dan RR (72).

“Merasa terancam dan tidak mampu memberikan perlawanan saat kejadian, para korban kemudian mendatangi Mapolres Manggarai Barat pada Senin (17/11/2025) lalu untuk meminta perlindungan hukum serta melaporkan tindakan tersebut secara resmi,” kata Kasat Reskrim Polres Mabar, AKP Lufthi Darmawan Aditya, S.T.K., S.I.K., M.H. dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026) siang.

Kronologi dan Latar Belakang

Kasat Reskrim mengungkapkan bahwa insiden ini merupakan buntut dari konflik pertanahan antara para korban dan kelompok terlapor yang berasal dari Kampung Pela, Desa Watu Waja, Kecamatan Lembor Selatan.

“Sebelumnya, pada Januari 2025, sempat terjadi insiden serupa dimana pagar milik korban dirusak oleh warga dari kampung yang sama. Konflik ini nampaknya belum menemui titik temu hingga berujung pada pengrusakan rumah,” ujarnya.

Langkah Penanganan Perkara

Sejak menerima laporan resmi, Satreskrim Polres Manggarai Barat bergerak cepat dengan menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan (SP. Lidik/460/XI/RES.1.10/2025).

“Hingga saat ini, penyidik telah melakukan beberapa langkah strategis, di antaranya, memeriksa sedikitnya enam orang saksi guna mendalami peran masing-masing pelaku dan mengumpulkan bukti dokumentasi visual yang merekam saat-saat pengrusakan terjadi,” jelas Perwira pertama itu.

Baca Juga:  Aldi Dalton PH Dari Sakarudin "Tidak Boleh Ngarang-Ngarang kalau tidak paham Adat" Jangan Asal Bunyi

Hambatan dan Rencana Lanjut

AKP Lufthi menuturkan meski proses penyelidikan terus berjalan, pihak kepolisian mengakui adanya kendala administratif lantaran beberapa saksi dari pihak terlapor belum memenuhi panggilan penyidik untuk memberikan keterangan klarifikasi.

Dalam waktu dekat, penyidik akan kembali melayangkan surat panggilan resmi kepada para terlapor guna mendengarkan keterangan mereka terkait peristiwa tersebut.

“Kami berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini secara transparan guna mencegah adanya aksi balasan atau konflik horizontal lebih lanjut di wilayah Lembor Selatan,” tuturnya.

Untuk sementara, Satreskrim Polres Manggarai Barat masih melakukan pemeriksaan tambahan terhadap saksi-saksi terkait guna melengkapi berkas perkara sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.

“Saat ini, penyidik tengah fokus pada pemeriksaan tambahan terhadap sejumlah saksi yang berkaitan dengan masalah pengrusakan tersebut,” sebut Ajun komisaris polisi itu.

Sejauh ini, pihak kepolisian terus berupaya menjaga kondusivitas di wilayah Manggarai Barat sembari memastikan proses hukum berjalan secara transparan dan berkeadilan.

Penulis : Tim Infokini

Editor : Tim Infokini

Berita Terkait

Korban Kekerasan di Kafe Buka Suara, Nama EH Disebut, FA Banting dan Injak HP Saya Sampai Rusak
Tagih Utang Berujung Kekerasan, Seorang Pria di Manggarai Diduga Aniaya dan Rampas Ponsel Milik Korban
Kasus Penyebaran Data Pribadi IB di Facebook Masuki Babak Baru, Tim Hukum IB Berkomitmen Dorong Terapkan Pasal 27B UU ITE Terhadap EH
Dugaan Korupsi Proyek APBN Rp.102 Miliar di Kab. Manggarai Kembali Mencuat, Sorotan Tertuju pada PPK Yan Tampani
Diduga Aniaya Nasabah di Rumah, Oknum Debt Collector Leasing Indomobil Dilaporkan ke Polisi
Keluarga Korban Tewas Kecelakaan di Merombok Datangi Kantor Polisi, Tuntut Tanggung Jawab Pemilik Dump Truck
Jembatan Putus Tewaskan Dua Wisatawan, Kapolres Mabar: Kami Akan Tindak Tegas Pelanggaran Standar Keamanan
Dalam Waktu Dekat Penyidik Polda NTT Akan Lakukan Gelar Perkara Terkait Pengaduan Masyarakat Adat Nggoer

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 23:24 WITA

Korban Kekerasan di Kafe Buka Suara, Nama EH Disebut, FA Banting dan Injak HP Saya Sampai Rusak

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:11 WITA

Tagih Utang Berujung Kekerasan, Seorang Pria di Manggarai Diduga Aniaya dan Rampas Ponsel Milik Korban

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:24 WITA

Kasus Penyebaran Data Pribadi IB di Facebook Masuki Babak Baru, Tim Hukum IB Berkomitmen Dorong Terapkan Pasal 27B UU ITE Terhadap EH

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:52 WITA

Dugaan Korupsi Proyek APBN Rp.102 Miliar di Kab. Manggarai Kembali Mencuat, Sorotan Tertuju pada PPK Yan Tampani

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:36 WITA

Diduga Aniaya Nasabah di Rumah, Oknum Debt Collector Leasing Indomobil Dilaporkan ke Polisi

Berita Terbaru